
DOMPAK, TANJUNGPINANG – Sebanyak 570 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Provinsi Kepulauan Riau secara resmi dinyatakan lulus Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Tahun Anggaran 2026. Para aparatur muda ini kini siap diterjunkan sepenuhnya untuk mengabdi dan menghadirkan pelayanan publik prima bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah Kepulauan Riau. Agenda penutupan Latsar yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni, bertempat di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, pada Selasa (9/6/2026).
Kelulusan ini didasarkan pada hasil penilaian ketat terhadap empat komponen utama evaluasi, yakni evaluasi sikap dengan bobot 15 persen, evaluasi akademik sebesar 20 persen, evaluasi aktualisasi mendominasi sebesar 50 persen, serta evaluasi penguatan kompetensi bidang teknis sebesar 15 persen. Dari total 571 peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kedisiplinan Latsar, sebanyak 570 orang berhasil menembus passing grade atau nilai ambang batas minimal kelulusan sebesar 70. Sementara itu, 1 orang peserta yang berasal dari Kabupaten Lingga dinyatakan tidak lulus karena mengundurkan diri dari statusnya sebagai CPNS. Dari jumlah peserta yang lulus, performa luar biasa ditunjukkan dengan capaian 250 orang meraih predikat 'Sangat Memuaskan' dan 320 orang mendapatkan predikat 'Memuaskan'.
Dalam sambutan resminya, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni, mengingatkan para CPNS yang baru lulus agar benar-benar mengimplementasikan nilai-nilai dasar (Core Values) ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari. Beliau menegaskan bahwa status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) mengemban amanah besar yang berorientasi penuh pada pelayanan masyarakat.
"Core Values ASN harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Semua ASN harus bekerja untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan, baik yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat maupun yang mendukung pelayanan secara tidak langsung. Ingat, ASN adalah pelayan masyarakat. Jangan meminta untuk dihormati, tetapi berikan pelayanan terbaik. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, kalau bisa dipercepat mengapa diperlambat. Berikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat," tegas Sekdaprov Misni.
Lebih lanjut, Sekdaprov Misni juga menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas dan profesionalitas kerja di tengah era keterbukaan informasi publik saat ini. Seluruh ASN diminta bekerja sesuai prosedur, standar operasional (SOP), dan petunjuk teknis yang berlaku agar mampu menjaga kepercayaan publik serta nama baik institusi pemerintah.
"Jika tidak bekerja sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku, sangat mudah bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik melalui berbagai platform. Oleh sebab itu, jadikan orientasi pelayanan sebagai budaya kerja, karena sejatinya ASN adalah pelayan masyarakat," tutup Misni.
Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Tri Widodo Wahyu Utomo, turut memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan dan ketahanan mental para peserta selama mengikuti fase pelatihan terpadu ini. Tri Widodo menekankan bahwa Latsar bukan sekadar proses memenuhi persyaratan administratif, melainkan pembentukan karakter dan profesionalisme aparatur negara yang adaptif, inovatif, serta mampu bekerja secara kolaboratif.
"Latsar merupakan fondasi awal bagi setiap ASN untuk memahami peran, fungsi, serta tanggung jawabnya sebagai pelayan publik. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan harus menjadi bekal untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara. Keberhasilan menyelesaikan Latsar bukanlah garis akhir, melainkan titik awal pengabdian. Jadilah ASN yang mampu menghadirkan solusi, menjaga kepercayaan publik dan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai dasar ASN dalam setiap pelaksanaan tugas," ujar Tri Widodo.
Sebagai informasi faktual, sebaran 570 orang CPNS yang dinyatakan lulus dalam Latsar Tahun 2026 ini mencakup berbagai instansi daerah dan vertikal di wilayah Kepulauan Riau, dengan rincian sebagai berikut:
1. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri): 84 orang
2. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri: 47 orang
3. Pemerintah Kota Tanjungpinang: 1 orang
4. Pemerintah Kabupaten Bintan: 41 orang
5. Pemerintah Kabupaten Karimun: 98 orang
6. Pemerintah Kabupaten Lingga: 163 orang
7. Pemerintah Kabupaten Natuna: 17 orang
8. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas: 121 orang
Acara penutupan Latsar ini diakhiri dengan pelepasan tanda peserta secara simbolis oleh Sekdaprov Kepri Misni didampingi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kepulauan Riau, Any Lindawati, serta dilanjutkan dengan sesi foto bersama dengan para peserta yang meraih predikat terbaik.